Sudah beberapa hari ini aku terpaksa menitipkan my little jesse di rumah nenek-nya. Kondisi istriku yang sakit memaksa aku harus menerima kenyataan ini. Pilihan yang sulit hingga saat ini. Hanya beberapa saat saja aku bisa melihat jesse dirumah nenek-nya. Pagi harus bekerja. Sore hari-lah yang menjadi waktu terbaik-ku bermain bersama Jesse. Puji Tuhan, dua hari terakhir ini cuaca cerah.
Istri sakit, harus berpisah sementara dengan Jesse, bukanlah hal yang mudah bagiku. Hanya berusaha tegar dengan senyum yang terus memaksa. Tidak banyak orang yang memahami dan mau mengerti keadaan ini. Sungguh berat.
Sungguh berat ketika harus meninggalkan jesse di rumah nenek-nya. Tatapan matanya saat aku akan kembali, membuatku sedih. Ingin rasanya menangis. Betapa aku menyayanginya. Aku percaya.. dan terlalu percaya demikian halnya dengan jesse. Tatapan mata.
Belum masalah keluarga selesai, datang masalah pelayanan yang tak kunjung padam. Banyak orang hanya pintar memaki, menghakimi, dan tidak pernah mau mengerti. Alih-alih mereka mencoba memahami dan menolong aku untuk bangkit, mereka justru menganggapku sebagai orang yang besar mulut. Andai mereka tahu apa yang aku alami. Andai mereka pernah berjalan dalam fase ini.... andai... dan andai..
Tapi inilah keputusanku. Aku tidak akan mengorbankan keluargaku hanya demi harga diri, pelayanan, image sempurna di mata orang lain. Peduli "adam" dengan semua-nya itu. Aku hanya berdoa, biarlah badai ini cepat berlalu dalam keluargaku. Dan berkati mereka yang sempurna dan kudus. Yang gemar menilaiku dengan kacamata mereka. Hari-hari ini aku sungguh-sungguh membutuhkan dukungan kalian sobat. Bukan hanya penilaian kalian. Dukung aku untuk melakukan apa yang memang menjadi bagianku.











